DONATUR TPQ AT TAQWA

DONATUR TPQ AT TAQWA
Tampilkan postingan dengan label MUTIARA HIKMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUTIARA HIKMAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2020

PUJIAN SETELAH ADZAN#1


Sejak zaman hadulu, di sebagian masjid atau mushalla di Jawa ada kebiasan yang tidak dilakukan di masjid atau mushalla lain, yaitu setelah adzan shalat maktubah dibacakan pujian berupa dzikir, do’a, shalawat nabi atau sya’ir-sya’ir yang islami dengan suara keras. Beberapa menit kemudian baru iqamat. Akhir-akhir ini banyak dipertanyakan bahkan dipertentangkan apakah kebiasaan tersebut mempunyai rujukan dalil syar’i? Dan mengapa tidak semua kaum muslimin di negeri ini melakukan kebiasaan tersebtu? Dengan munculnya pertanyaan seperti itu warga Nahdliyin diberi pengertian untuk menjawab : Apa pujia itu? Bagaimana historisnya?

Bagaimana tinjauan hukum syari’at tentang pujian? Dan apa fungsinya?

Pengertian Pujian dan Historisnya
Pujian bersal dari akar kata puji, kemudian diberi akhiran “an” yang artinya : pengakuan dan penghargaan dengan tulus atas kebaikan/ keunggulan sesuatu. Yang dimaksud dengan pujian di sini ialah serangkaian kata baik yang berbahasa Arab atau berbahasa Daerah yang berbentuk sya’ir berupa kalimat-kalimat yang isinya mengagungkan asma Allah, dzikir, do’a, shalawat, seruan atau nasehat yang dibaca pada saat di antara adzan dan iqamat.

Secara historis, pujian tersebut berasal dari pola dakwah para wali songo, yakni membuat daya tarik bagi orang-orang di sekitar masjid yang belum mengenal ajaran shalat. Al-hamdulillah dengan dilantunkannya pujian, tembang-tembang/sya’ir islami seadanya pada saat itu secara berangsur/dikit demi sedikit, sebagian dari mereka mau berdatangan mengikuti shalat berjamaah di masjid.

Pujian Ditinjau dari Aspek Syari’at
Secara tekstual, memang tidak ada dalil syar’i yang sharih (jawa : ceplos) mengenai bacaaan pujian setelah di kumandangkannya adzan, yang ada dalilnya adalah membaca do’a antara adzan dan iqamat. Sabda Nabi SAW :
الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَاْلإِقَامَةِ مُسْتَجَابٌ، فَادْعُوْا. رواه أبو يعلى
Artinya :
“Do’a yang dibaca antara adzan dan iqamat itu mustajab (dikabulkan oleh Allah). Maka berdo’alah kamu sekalian”. (HR. Abu Ya’la)
Kemudian bagaimana tinjauan syari’at tentang hukum bacaan pujian di masjid atau mushalla seperti sekarang ini? Perlu diketahui, bahwa membaca dzikir dan sya’ir di masjid atau mushalla merupakan suatu hal yang tidak dilarng oleh agama. Pada zaman Rasulullah SAW. para sahabat juga membaca sya’ir di masjid. Diriwayatkan dalam sebuat hadits :
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِى الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أَنْشَدْتُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَسَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَجِبْ عَنِّى اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ. قَالَ اللَّهُمَّ نَعَمْ. رواه أبو دادو والنسائي
Artinya :
“Dari Sa’id bin Musayyab ia berkata : suatu ketika Umar berjalan bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan sya’ir di masjid. Umar menegur Hassan, namun Hassan menjawab : aku melantunkan sya’ir di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia dari pada kamu, kemudian dia menoleh kepada Abu Hurairah. Hassan melanjutkan perkataannya, Ya Allah, mudah-mudahan Engkau menguatkannya dengan ruh al-qudus. Abu Hurairah menjawab : Ya Allah, benar (aku telah mendengarnya)”. (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
Sehubungan dengan riwayat ini syaikh Isma’il Az-Zain dalam kitabnya Irsyadul Mukminin menjelaskan : Boleh melantunkan sya’ir yang berisi puji-pujian, nasehat, pelajaran tata karama dan ilmu yang bermanfaat di dalam masjid.
Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi dalam kitabnya Tanwirul Qulub hal 179 juga menjelaskan :
وَأَمَّا الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقِبَ اْلأَذَانِ فَقَدْ صَرَّحَ اْلأَشْيَاخُ بِسُنِّيَّتِهِمَا، وَلاَ يَشُكُّ مُسْلِمٌ فِيْ أَنَّهُمَا مِنْ أَكْبَرِ الْعِبَادَاتِ، وَالْجَهْرُ بِهِمَا وَكَوْنُهُمَا عَلَى مَنَارَةٍ لاَ يُخْرِجُهُمَا عَنِ السُّنِّيَّةِ. إهـ
Artinya :
“Adapun membaca shalawat dan salam atas Nabi SAW. setelah adzan (jawa : Pujian) para masyayikh menjelaskan bahwa hal itu hukumnya sunat. Dan seorang muslim tidak ragu bahwa membaca shalawat dan salam itu termasuk salah satu cabang ibadah yang sangat besar. Adapun membacanya dengan suara keras dan di atas menara itu pun tidak menyebabkan keluar dari hukum sunat”.

Pujian Ditinjau dari Aspek Selain Syari’at
Apa yang dilakukan para wali di tanah jawa mengenai bacaaan pujian ternyata mempunyai banyak fungsi. Fungsi-fungsi itu antara lain :
1.      Dari sisi syi’ar dan penanaman akidah.
Karena di dalam bacaan pujian ini terkandung dzikir, seruan dan nasehat, maka hal itu menjadi sebuah syi’ar dinul islam dan strategi yang jitu untuk menyebarkan ajaran Islam dan pengamalannya di tengah-tengah masyarakat.
2.      Dari aspek psikologi (kejiwaan).
Lantunan sya’ir yang indah itu dapat menyebabkan kesejukan jiwa seseorang, menambah semangat dan mengkondisikan suasana. Amaliyah berupa bacaaan pujian tersebut dapat menjadi semacam persiapan untuk masuk ke tujuan inti, yakni shalat maktubah lima waktu, mengahadap kepada Allah yang Maha Satu.
3.      Ada lagi manfaat lain, yaitu :
·         Untuk mengobati rasa jemu sambil menunggu pelaksanaan shalat berjamaah;
·         Mencegah para santri agar tidak besenda gurau yang mengakibatkan gaduhnya suasana;
·         Mengkonsentrasikan para jamaah orang dewasa agar tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu ketika menunggu sahalat jamaah dilaksanakan.
Dengan beberapa alasan sebagaimana tersebut di atas, maka membaca pujian sebelum pelaksanaan shalat jamaah di masjid atau mushalla adalah boleh dan termasuk amaliyah yang baik, asalkan dengan memodifikasi pelaksanaannya, sehingga tidak mengganggu orang yang sedang shalat. Memang soal terganggu atau tidaknya seseorang itu terkait pada kebiasaan setempat. Modifikasi tersebut misalnya : dengan cara membaca bersama-sama dengan irama yang syahdu, dan sebelum imam hadir di tempat shalat jamaah.
Kalau semua masalah tentang pujian sudah demikian jelasnya, maka tidak perlu ada label “BID’AH DLALALAH” dari pihak yang tidak menyetujuinya.


Renungan Bagi Pembenci Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Perayaan maulid yang terjadi di tengah-tengah masyarakat merupakan ekspresi rasa bahagia atas wujudnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebab hal itu anjuran dari Allah subhanahu wa ta’ala. dalam al-Quran Surat Yunus ayat 8 yang artinya:

“Katakanlah wahai Muhammad dengan fadhal Allah (ilmu) dan rahmatnya (wujudnya Nabi Muhammad) bergembiralah kalian.” (QS. Yunus, ayat 8)

Ibnu Abbas dalam kitab tafsirnya berpendapat bahwa kata ‘karunia (bi-Fadlillâh) memiliki arti ilmu, sedangkan kata ‘rahmat (bi-Rahmatillah) berupa wujudnya Nabi. Atas dua hal di atas kita dianjurkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar berbahagia.

Rasa bahagia tidak akan tampak kecuali diekspresikan. Cara kita mengepresikan kebahagian atas wujudnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan dua hal; pertama, kita merayakan kelahirannya. Sedangkan kedua, kita mengadakan dzikra (peringatan Islam yang berkaitan dengan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam). Sebab Maulid Nabi merupakan salah satu dari hari-hari Allah (ayyâmillah) yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar diingatkan. Allah berfirman:

وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ

“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” (QS. Ibrahim {14}, ayat 5)

Sementara kelompok yang membenci perayaan maulid yang telah jelas dalilnya, mereka telah tertutup mata hatinya. Sebab mereka hanya memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebatas anak yatim yang pernah diasuh oleh Abu Thalib (Yatîmu Abi Thalib). Dengan artian, mereka mungkin memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama seperti manusia biasanya dan tidak ada keistimewaan sama sekali.

Adapun kita ahlusunnah wal-jamaah, memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai manusia namun tidak seperti manusia sebagaimana lumrahnya (basyaran lâ kal-basyar). Kita memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai cahaya yang kemunculannya dapat memukau kepada pikiran-pikiran. Untuk memupuk rasa cinta (mahabbah) kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dapat  dengan cara mendirikan majelis berupa Maulid Nabi. Ini adalah cara yang sangat tepat. Oleh karena itu, Imam Muhammad bin Ali al-Habsyi ketika mengarang Maulid Simtud Dhurar mengatakan:

تشويقا للمحبين وترويحا للمتعلقين بهذا النور المبين

(Saya mengarang maulid ini) agar membangkitkan rasa rindu bagi para pecinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menggugah rasa senang kepada orang yang (hatinya) berkaitan dengan cahaya yang terang ini.

Dengan demikian, dapat dilihat alangkah celakanya orang yang tertutup mata hatinya dalam memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tidak mau atau membenci maulid, karena telah su’ul adab kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di sisi lain, kita hanya bersuka ria merayakan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak berkabung atas kepergian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini karena memang tidak ada tuntunan dari salafunasshaleh kita. Yang ada hanya perayaan kelahirannya.

Hal di atas yang membedakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan lainnya. Biasanya, selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diperingati adalah hari wafatnya, atau yang dikenal dengan “haul”. Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebaliknya, yakni hari kelahirannya yang dirayakan. Sebab pada umumnya, selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kebaikannya dikenal setelah wafatnya. Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kebaikan dan kemuliaannya sudah dipublikasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan dirasakan oleh utusan-utusan sebelumnya, sebagaimana yang diceritakan dalam Maulid ad-Diba’i. Sehingga kelahirannya dinanti-nanti (muntâdlor) oleh semua orang. Oleh karena itu, yang dirayakan kelahirannya, bukan wafatnya. Wallahû A’lam.

*Ditranskip dari wawancara dengan Habib Abu Bakar Assegaf oleh M. Afifur Rohman dan Khotibul Umam

SUMBER : https://sidogiri.net/2018/11/renungan-bagi-pembenci-maulid-nabi/

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi

*Syekh Jalaluddin al-Suyuthi* pernah ditanya terkait hukum perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kitabnya Al-Hawi lil Fatawa dijelaskan:

 عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبارالواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات، ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف 

Artinya, "Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi, yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan membaca kisah Nabi SAW pada permulaan perintah Nabi SAW serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, adalah bid’ah hasanah. Diberi pahala orang yang memperingatinya karena bertujuan untuk mengangungkan Nabi SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran Beliau.”

Sebab itu, *perayaan maulid tidak tepat dikatakan bid’ah sayyi'ah (bid’ah tercela)*, sebab tidak ada unsur maksiat sedikitpun dalam pelaksaannya. Hampir semua aktivitas yang terdapat dalam peringatan maulid Nabi SAW memiliki landasan syariatnya.
Tidak ada satupun ulama yang mengatakan baca Al-Qur’an, mendengar ceramah keagamaan, membaca kisah perjalanan Rasulullah SAW, dan berbagi makanan itu adalah bid’ah dan haram dilakukan.
Ulama sepakat aktivitas di dalam peringatan maulid tidak mengandung satu kemunkaran pun.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/73667/Hukum-Peringatan-Maulid-Nabi-SAW-Menurut-al-Suyuthi

Minggu, 05 Januari 2020

Antara Fiqih dan Tasawuf



udul: Antara Fiqih dan Tasawuf
Penulis: Galih Maulana, Lc
Terbit: Mon, 1 April 2019
Halaman: 26 hlm.
Harga: Rp. 0,- (Free)
Kategori: Dakwah
Daftar Isi   
A. Pengantar   
    1. Prinsip Dalam Beragama   
    2. Hadits Jibril as  
B. Dasar Fiqih dan Tasawuf   
C. Hubungan Fiqih dengan Tasawuf   
    1. Islam, Iman Dan Ihsan Bertingkat-Tingkat   
    2. Islam, Iman Dan Ihsan Tidak Bisa Terpisah, Semuanya Satu Kesatuan Yang Disebut Agama   
Tentang Penulis   


Senin, 15 April 2019

Ashsholawaat Al Husainiyyah


Ashsholawaat Al Husainiyyah Oleh Sulthonil Aulia' sayyidina Asysyiekh

ABDUL Qodir Al Jiilany Al Hasany Rodhi Allaahu 'Anhu

Dihimpun oleh Hadrotusy Asssyiekh Ahmad Asrory Al ishaqi



إلى حضرة النبى المصطفى سيدنا وحبيبنا محمد صلى الله عليه وسلم، وإلى أرواح أله واصحابه وأزواجه وذرّيته وأهل بيته أجمعين، شيئ لله لنا ولهم .(الفا تحه)

ثمّ الى أرواح ابٰائه و إخوانه من الأنبياء والمرسلين، وإلى الملا ئكة المقربين أجمعين، والصديقين وشهداء والصالحين، والىِ ارواح الأ ئمة المُجتهدين، ومُقلديهم فى الدين،وساداتنا وحبائبنا العلويين، والى اولياء التسعة ومن حولهم أجمعين، وأصولهم وافروعهم، شيئ لله، لنا ولهم. (الفاتحة)

ثمّ الى روح صاحب الأنفاس الزكية، والأخلاق الرحمانية، والمأثر السنية، سيدنا الشيخ محمد عثمان الأسحاقى رضى الله عنه، وأصوله وفروعه، شيئ لله، لناولهم. (الفاتحة)

ثمّ الى أرواح أبائنا وامهاتنا، ومشايحنا ومشايحهم، وأصولهم وفروعهم، وإلى أرواح جميع المسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، فى جميع الجهات، شيئ لله، لنا ولهم. (ألفاتحة)

خصوصا إلى حضرة سلطاناالأولياء، سيدنا الشيخ عبدالقادرالجيلانى، رذىالله عنه، وإلى أرواح أزواجه، وذريته، وأهل بيته، ومريديه، وتابعه، ومحبيه، ومعتقديه، وأصولهم وفروعهم، وإلينا معهم أجمعين، شيئ لله، لنا ولهم. (الفاتحة)


Bab 1



أَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّد اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُؤمِنِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَبَشِّرِالْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَنَّ اللهَ لاَ يُضِيْعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ 


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah yang Maha Agung: dan sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. 

QS [3] : 171




Bab 2



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمًدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبَشِّرِ لِلذّاكِرِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : فَاذْكُرُنِى أَذْ كُرْكُمْ - اُذْكُرُوْ اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً - هُوَ الَّذِىْ يُصَلَّى عَلَيْكُمْ وَمَلآٰئِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلٰى النُّوْرِ، وَكَانَ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْماً - تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهٗ سَلاَمٌ، وَاَعَدَّ لهُمْ أَجْرًا كَرِيْماً


Maka hendaklah kalian semua mengingatKU,niscaya aku ingat (pula) kepadamu. 

dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari [nikmat]-Ku QS [2] : 152

Berdzikirlah kamu semua (dengan menyebut nama) zikir yang sebanyak-banyaknya. QS [33] : 41

Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.QS [33] : 42
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikatnya memohonkan ampunan untukmu, supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya [yang terang]. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. QS [33] : 43 
Salam penghormatan kepada mereka [orang-orang mukmin itu] pada hari mereka menemuinya, ialah “salam”dan Dia menyediakan pahala yang mulai bagi mereka. QS [33] : 44 



Bab 3



اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبَشِّرِ لِلْعَامِلِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : أَنِّى لاَ أُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثى - وَمَنْ عَمِلَ صَا لِحاً مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى، وَهُوَ مُؤْمِنٌ، فَاُولٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ لْجَنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ.



Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu semua baik laki-laki ataupun perempuan. QS [3] :195

Dan barang siapa mengerjakan perbuatan yang baik laki-laki ataupun perempuan sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang-orang yang masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya dengan tanpa hisab (batas). QS [40] : 40





Bab 4


اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِلِلأوَّابِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : فَإِنَّهٗ كَانَ لِلأَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا، لَهُمْ مَا يَشَٓاءُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ، ذٰلِكَ جَزٰٓاءُ الْمُحْسِنِيْنَ



Maka sesungguhnya Dia Maha Penampun kepada orang-orang yang bertaubat. QS [17] : 25

Bagi mereka disisi Tuhannya, apapun yang mereka kehendaki. Itulah balasan orang-orang yang berbuat baik”. QS.[39] : 34



Bab 5



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِتَّوَّابِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : أِنَّ الله يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُـحِـبُّ الْمُتَطَهِّرِيِنَ - وَهُوَ الّذِىْ يَقْبَلُ البَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ، وَيَعْفُوْعَنِ السَّيِّئٰاتِ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. QS [2] : 222

Dan dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan QS [42] : 25



Bab 6



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُخْلِصِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْ لِقٓاءَ رَبِّهِ، فَلْيَعْمَـلْ عَمَلاً صَالِحَاً وَلاَيُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أحَدًا، مُخْلِصِيْنَ لَهُ لدِّيْنَ



Barang siapa yang ingin bertemu dengan Tuhannya maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan tuidak menyekutukan ibadahnya kepada Tuhannya dengan suatu apapun, QS [18] : 110

hanya memurnikan ibadah kepadaNya”. QS [7] : 29




Bab 7



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُصَلِّيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَاَقِمِصَّلاَةَ اِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهٰى عَنِ لْفَحْشٓاءِ وَالْمُنْكَرِ - اَقِمِصّلاَةَ وَأْمُرْ بِلْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ المُنْكَرِ وَصْبِرْ عَلٰى مَا أَصَابَكَ، أِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُوْرِ

Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari [perbuatan-perbuatan] keji dan mungkar. QS [29] : 45

Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah [mereka] dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan [oleh Allah]. QS [ 31] : 17



Bab 8



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِلِلْخَاشِعِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ، وَإِنَّـهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلاَّ عَلىَ الْخَاشِعِيْنَ - الّذِيْنَ يَضُنُّوْنَ أَنَّـهُمْ مُلاَ قُوْا رَبِّـهِـمْ وَأَنَّهُمْ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ - اَلَّذِيْنَ يَذْ كُرُوْنَ الله قِيَاماً وَقُعُوْدًا وَعَلىٰ جُنُوْبِـهِمْ، وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ،رَبَّنَاماَ خَلَقْتَ هـٰذَاباَطِلاً، سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', QS [2] : 45

[yaitu] orang-orang yang meyakini,bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. QS [2] : 46

[yaitu] orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi [seraya berkata]: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS [3] : 191



Bab 9



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمًدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلصَّابِرِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : أِنـَّمَا يُوَفىّٰ الصَّابِرُوْنا أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ، أُلٓئِكَ الّذِيْنَ هَدَا هُمُ اللهُ وَاُولٰٓئِكَ هُمْ أُوْلُوْالأَلْبَابِ



Sesungguhnya pahala orang-orang yang bersabar itu akan ditepai (oleh Allah) dengan tanpa hisab (batas). QS [39] : 10

Mereka itulah yang diberi petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang berakal“. QS [39] : 18



Bab 10



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْخَائِفِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتـَانِ، وَأَمَّامَنْ خاَفَ مَقاَمَ رَبِّهِ وَنَهَى النّفْسَ عَنِ الْهَوٰى، فَإنَّالْجَنَّةَ هِىَ الْمَأوٰى

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga. QS [55] : 46

‘Dan adapun orang orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya QS 

Maka sesungguhnya surga tempat tinggalnya. QS [79] : 41



Bab 11



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَّدٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُتَّقِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ، وَيُؤْتُـوْنَ الزَّكَاةَ، وَالّذِيْنَ هُمْ بأيٰاتِنَا يُؤْمِنُوْنَ - اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ لَهُمْ جَزٰٓاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلـُوَا وَهُمْ فِى الغُرَفَاتِ أٰٓمِنُوْنَ


dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami, [yaitu]. QS [7] : 156

Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi QS [7] : 157 

Bagi mereka balasan yang berlipat ganda dengan apa yang mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat tempat yang Tinggi [dalam sorga] QS [34] : 37



Bab 12



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّد اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُخْبِتِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَبَشّرِ الْمُخْبِتِيْنَ الّذِيْنَ أِذَا ذُكِرَ الله وَ جِلَتْ قُلُوْبُهُمْ - وَالّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَا آٰ تَوْا وَقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌُ أَنَّهُمْ إلٰى رَبِّهِمْ رَاجِعُوْنَ


Dan berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang khusyu’ (yaitu) orang-orang yang ketika disebut nama Allah bergetarlah hatinya” QS [22] : 35

Dan orang-orang yang diberi apa yang mereka berikan, sedang hati mereka bergetar (karena) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” QS [23] :60



Bab 13



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيّدِنَا محمّد اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلصَّابِرِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ، الّذِيْنَ إذَا أصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌُ قَلُوْا إنَّ لله وَإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْنَ - أُلٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌُ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌُ،اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ - إنِّى جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صِبَرُوْا أنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُوْنَ


dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.QS [2] :155

Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang Sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS [2] : 157)

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, Karena kesabaran mereka; Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menang. QS [23] : 111



Bab 14



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْكَاظِمِيْنَ، بِمَا قَالَ اللهُ الْعَضِيْمُ : وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَ الْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ، وَالله يُحِبُّ المُحْسِنِيْنَ – فَمَنْ عَفَا وأصلَحَ فَأجْرُهُ عَلىَ الله، إنَّهُ لاَيُحِبُّ الظَّالمِيْن


Dan orang-orang yang menahan marah dan orang-orang yang memberikan maaf kepada manusia, dan Allah menyukai orang yang berbuat baik” QS [2] : 195

Maka barangsiapa yang mau memaafkan dan berbuat baik maka balasannya Allahlah yang memberikan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berbuat dhalim QS [6]: 160



Bab 15



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍِ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُحْسِنِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَأحْسِنُوْا إنَّ الله يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ - مَنْ جٰٓاءَ بِالحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أمْثَالهَا، وَمَنْ جٰٓاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزٰى إلاّمِثْلهَا، وَهُمْ لاَيُظْلَمُوْنَ


Dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. QS [2] : 195

Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya [dirugikan]. QS [6]: 160



Bab 16



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُتَصَدِّقِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَأنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌُ لَكُمْ إنْ كُنْتُم تعْلَمُوْنَ - إنَّ الله يَجْزِى المُتَصَدّقِيْنَ.


Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui. QS [2] : 280

“Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”. QS [12]: 88



Bab 17



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُنْفِقِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ - وَمٰٓا أنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْئٍِ فَهُوَ يُخْلِفُهُ


Dan orang-orang yang menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka”.

Dan apa-apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya” QS [3] : 195



Bab 18



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ لِلْشَّاكِرِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَاشْكُرُوْا نِعْمَةَ الله إنْ كُنْتُمْ إيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ - لَئِنْ شَكَرتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئنْ كَفَرْتُم إنَّ عَذَابِى لَشَدِيْدٌُ


Dan bersyukurlah atas nikmat Allah kepadamu, jika hanya kepada-Nyalah kalian menyembah” 

QS [2] : 172


"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah [nikmat)] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [nikmat_Ku], Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

QS [14] : 7


Bab 19



اللهمّ صَلّ وَسسَلّمْ عَلٰى سَيّدِنَا مُحَمّدٍِ الِبَشِيْرِ اَلْمُبَشِّرِ لِلسَّائِلِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : فَإ نّي قَرِيْبٌُُ أجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إدذا دَعَانِ - أدْعُوْنِى أسْتَجِبْ لَكُمْ


Bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada_Ku. QS [2] : 186

“Berdo’alah kepada_KU, niscaya akan KU_perkenankan bagimu” QS [40] : 60




Bab 20



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِلِلصَّالِحِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : أنَّ الأْرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِى الصَّالِحِيْنَ - أُولٓئِكَ هُمُ الوَارِثُوْنَ الّذِيْنَ يَرِزُوْنَ الفِرْدَوْسَ هُمْ فِيْحَا خَالِدُوْنَ


Bahwasanya bumi Ini dipusakai hamba-hamba_Ku yang saleh.

QS [21] :105

Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya. QS [23] : 11




Bab 21



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلْمُحْسِنِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : إنَّ الله وَمَلآَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيَّ، يٰٓاأيُّهَا الّذِيْنَ أٰٓٓٓٓمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًَا - يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَ يَجْعَلْ لَكُمْ نُوْرًَا، تَمْشُوْنَ بِهِ وَ يَغْفِرْلَكُمْ وَ الله ڠَفُوْرُُ رَّحِيْمَ


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. QS [33] : 56

Niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS [57] : 28



Bab 22



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّرِ لِلمُبَشّرِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَ بَشرِ الّذيْنَ أٓمانُوْا وَعَمِلُوْا الصّالِحَاتِ، لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِى الْحَيَا ةِ الدّنْيَا وَ فِى الأٰخِرَةِ لاَتَبْدِيْلَ لِكَلِمَاتِ الله، ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ


Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh QS [2] : 25

Bagi mereka kegembiraan didalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Tidak akan ada perubahan pada janji-janji Allah. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang nyata 

QS [10] : 64




Bab 23



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْفَائِزِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُبِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَمَنْ يُطِعِ الله وَ رَسُوْلُهُ فَقَدْ فَازا فَوْزًَا عَظِيْمًَا


Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul_Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar. 

QS [33] : 71



Bab 24



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْزَّاهِدِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : الْمَالُ وَ الْبَنُوْنَ زِيْنَةٌُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌُ عِنْدَ رَبِّك ثََوَابًَا وَخَيْرٌُ أمَلاًَ


Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. QS [18] : 46



Bab 25



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلأُمِّيِّيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍِ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تأْمُرُوْنَ بِلْمَعْرُوْفِ وَ تَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ


Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar.

QS [3] : 110



Bab 26



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْمُصْطَفَيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : ثُمَّ أوْرَثْنَا الْكِتَابَ الّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا، فَمِنْهُمْ ظَالِمٌُ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌُُُوَمِنْهُمْ سَابِقٌُُ بِالْخَيْرَاتِ بِأذْنِ الله، ذَلِكَ هُوَ ِلْفَضْلُ الْكَبِيْرُ

Kemudian kitab ini kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantra hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada [juga] yang terlebih dahulu berbuat kebajikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar QS [35] : 32



Bab 27



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْمُذْنِبِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : قُلْ يَا عِبَادِىَ الّذِيْنَ أسْرَفُوْا عَلَىٰٓ أنْفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ الله، إنَّ الله يَڠْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًَا، إنّهُ هُوَ الْڠَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


“Katakanlah [Muhammad] kepada hamba-hamba_Ku yang melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” 

QS [39] : 53



Bab 28



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْمُسْتَڠْفِرِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : وَمَن يَعْمَل سُوْءًَا أوْيَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَڠْفِرِ الله يَجِدِ الله ڠَفُوْرًَا رَحِيْمًَا


Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, Kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

QS [4] : 110



Bab 29



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْمُقَرَّبِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : إنّ الّذيْنَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَ الحُسْنٰى، أوْلٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَ لاَيَسْمَعُوْنَ حَسِيْسهَا وَهُمْ فِيْمَا اشْتَهَتْ أنْفُسُهُمْ خَالِدُوْنَ - لاَيَخْزُنُهُمْ الْفَزَعُ الأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمْ الْمَلآَئِكَتُ هَذَا يَوْمُكُمُ الّذىْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ



“Bahwasanya orang-orang yang Telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, Mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka”. QS [21] : 101-102

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar [pada hari kiamat], dan mereka disambut oleh para malaikat. [Malaikat berkata]: “Inilah harimu yang Telah dijanjikan kepadamu". QS [21] : 103



Bab 30



اًللهمَّ صَلِّ وَسَلِمْ عَلٰى سَيِّدِنَا محمّدٍٍ اَلْبَشِيْرِ اَلمُبشِّر لِلْمُسْلِمِيْنَ، بِمَا قَالَ الله الْعَظِيْمُ : إنّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَِالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقْانِتِيْنَ وَالْقْنِتَاتِ والصَّدِقِيْنَ وَالصَّدِقَاتِ وَالصَّبِرِيْن وَالصَّبِرَاتِ وَالْخَاشِعِيْنَ وَالْخَشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِيْنَ وَالصّائِمَاتِ وَالْحَافِظِيَْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِيْنَ الله كَثِيِرًَا وَالذَّاكِرَاتِ، أعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأجْرًَا عَظِيْمًَا - وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاّ مَاسَعٰى، وَأنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرٰى، ثُمَّ يُجْزَٰٓاهُ الْجَزٰٓاءَ اْلأَوْفٰى



Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut [nama] Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. QS [33] : 35



“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan [kepadanya]. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasanyang paling sempurna QS [53] : 39



اللهُمَّ صَلِّ عَلَيِهِ صَلاَةًَ تُشْرَحُ بِحَا الصُّدُوْرُ وَتُهَوَّنُوْ بِهَا الأُمُرُوْرُ، واتانْكَشِفُ بِهَا السُّتُوْرُ، وَسالِّمْ تَسْلِيْمًَا كَثِيْرًَا دَائِمًَا إلٰى يَوْمِ الدّيْنِ، دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌُ، وَأٰٓخِرُ دَعْوَاهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ



إلٰى رُوْحِ سُلْطَانِ الأْوْلِيٰٓاءِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ القَادِرِ الجِيْلاَنِى قَدَّسَ الله سِرَّهُ، وَأَفَاضَ عَلَيِنَا وَعَلَٰى سَائِرِ الْمُرِيْدِيْنَ، وَِلْمُتَّبِّعِيْنَ وَالْمُحِبِّيْنَ وَالْمُعْتَقِدِيْنَ، خَيْرَهُ وَبِرَّهُ وَمَدَدَهُ وَفَيْضَهُ فِى الدَّارَيْنِ أٰٓمِيْنَ، وَإلٰى حَضْرَةِ الرَّسُوْلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأٰٓلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ، شَيْعٌُ لِلّهِ، لَنَا وَ لَهُمْ. (الْفَا تِحَةْ



Dihaturkan kepada ruh Sulthonul Auliya Sayyidina Asy Syaikh Abdul qodir Al jilani semoga Allah mencurahkannya serta dikaruniakan pada kami juga keberkahannya juga untuk segenap murid muridnya yang mengikutinya, yang mencintainya, yang selalu mengikuti kebaikan kebaikannya yang memuliakan dan menghormatinya di dunia maupun di akhirat kelak. Dengan tawassul kepada Sayyidina Rasulullah SAW juga keluarga dan sahabat sahabatnya, sampaikanlah dengan ikhlas karena Allah SWT bacaan surahal fatihah




disalin dari Kitab

Ashsholawaat Al Husainiyyah Oleh Sulthonil Aulia' sayyidina Asysyiekh

ABDUL Qodir Al Jiilany Al Hasany Rodhi Allaahu 'Anhu

Dihimpun oleh :

Hadrotusy Asssyiekh Ahmad Asrory Al ishaqi 


Belajar menulis ulang oleh : 

Istiqomah Jama'ah Al Khidmah Randublatung

[terdiri dari 30 Bab] telah selesai sd 30 bab [belum sempurna]

mohon do'a agar selalu bersemangat untuk belajar menulis/menyalin



catatan : 

Jama'ah Al Khidmah dapat mendapatkan Kitab tsb

di Koperasi Kitab "AL FITHRAH" Kedinding Surabaya

DOWNLOAD EBOOK

PUSTAKA UNGGULAN

20 Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan, Bisa Bangkitkan Libido!

Tanaman kelor biasanya digunakan untuk mengusir makhluk tak kasat mata, namun ternyata ada banyak manfaat daun kelor bagi kesehatan.  Hal i...

PUSTAKA POPULER